Dengan kemajuan peradaban manusia di era global, yang lebih memberikan tuntutan atas kemajuan pemikiran dan pola pikir manusia di seluruh penjuru dunia, hingga proses pendidikan lah yang dijadikan sebagai tonggak peningkatannya. Jika berbicara masalah pendidikan, maka tak akan pernah bisa terlepas dari permasalahan pengajaran maupun metode pembelajaran yang dijadikan sebagai dasar transfer of knowledge.
Proses pembelajaran merupakan sebuah kesengajaan dari suatu interaksi sosial. Yang mana dalam suatu interaksi edukatif ini haruslah memperhatikan beberapa aspek tujuan pendidikan dan pengajaran. Sehingga interaksi yang terjadi mengandung makna adanya kegiatan interaksi dan hubungan timbal balik antara pengajar yang melaksanakan tugasnya dengan warga belajar atau peserta didik yang sedang melaksanakan kegiatan belajar. Adapun harapan pokok dari interaksi tersebut adalah pihak pengajar mampu memberikan dan mengembangkan motivasi kepada peserta didik agar dapat melakukan kegiatan belajar secara optimal.
1. Memberikan kemudahan dan suasana gembira.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara menciptakan suasana akrab antara guru dan siswa serta antar siswa yang satu dengan yang lain. Dan agar keakraban tersebut dapat terjalin tentunya harus dengan mengadakan komunikasi yang ramah dalan suasana belajar. Dan dalam komunikasi tersebut seyogyanya menggunakan ucapan dan perilaku yang halus dan lembut. Sehingga dapat memperlakukan siswa dengan penuh kasih sayang, dan suasana keakraban tersebut dapat terjadi pula dengan adanya perasaaan gembira yang ditimbulkan dari sedikit gurau dan canda.
2. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Dalam pendidikan Islam, upaya menciptakan lingkungan yang kondusif dalam belajar, telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Yang antara lain dengan :
a. Memlih waktu yang tepat dan memperhatikan keadaan pembelajar.
b. Mengajar dengan selektif dan disesuaikan dengan peserta didik.
3. Menarik minat.
Menggugah minat anak didik diperlukan pembukaan yang menarik dalam langkah-langkah mengajar agar perhatian dan minat mereka bisa terfokus kepada materi yang akan disampaikan. Upaya untuk menarik perhatian dapat dilakukan dengan cara berikut ;
a. Melakukan komunikasi terbuka, yakni guru mendorong siswanya untuk membuka diri terhadap segala hal atau bahan pelajaran yang di sajikan, sehingga dapat menjadi apersepsi dalam pikirannya.
b. Memberikan pengetahuan baru.
c. Memberikan model perilaku yang baik.
4. Menyajikan materi yang relevan.
Menunjukkan bahwa materi pelajaran itu relevan dan penting bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
a. Memvisualisasikan tujuan pembelajaran.
b. Meyakinkan peserta didik akan pentingnya materi.
c. Mengulang penjelasan untuk memperkuat materi yang disampaikan.
5. Melibatkan emosi positif dalam pembelajaran.
Seperti halnya teori pembelajaran quantum, keterlibatan emosi positif dalam pembelajaran seperti rasa senang akan berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran.
6. Melibatkan semua indra dan pikiran.
Proses pembelajaran, seyogyanya bersifat menyeluruh, dengan aplikasi fisik dengan memanfaatkan indra sebanyak mungkin, dan membuat seluruh tubuh dan pikiran terlibat dalam proses belajar. Sebab belajar berdasarkan aktivitas, secara umum lebih efektif dari pada yang didasarkan pada presentasi.
7. Menyesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.
8. Memberikan pengalaman sukses.
9. Merayakan hasil.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Strategi Pembelajaran Yang Tepat"
Posting Komentar