Fungsi Pengembangan Kurikulum
Pendidikan merupakan persoalan penting bagi semua insan, yang selalu
menjadi tumpuan dan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat.
Pendidikan juga sebagai alat untuk memajukan peradaban, mengembangkan
masyarakat, dan mencetak generasi yang mampu melangkah sesuai dengan apa
yang menjadi harapan bangsa. Maka di dalam pendidikan diterapkan
kurikulum yang berfungsi untuk mencapai tujuan tujuan yang diharapkan.
Sebelum kita bicara mengenai fungsi kurikulum, terlebih dahulu akan
dijelaskan apa yang dimaksud dengan fungsi. Kata fungsi berasal dari
bahasa inggris “function” yang mempunyai banyak arti, diantaranya yang
berarti jabatan, kedudukan, kegiatan dan sebagainya. Kurikulum merupakan
salah satu asas penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar,
apabila asas ini baik dan kuat, maka dapat dipastikan proses belajar
mengajarpun akan semakin lancar sehingga tujuan pendidikanpun akan
tercapai. Dalam aktifitastas belajar mengajar, kedudukan kurikulum
sangat krusial karena dengan kurikulum anak didik akan memperoleh
manfaat (benefit). Namun demikian, disamping kurikulum bermanfaat bagi
anak didik, ia juga mempunyai fungsi fungsi lain sebagai berikut.
- Fungsi Kurikulum dalam Rangka Pencapaian Tujuan Pendidikan
Kurikulumm pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha
mencapai tujuan tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang
dianggap cukup tepat dan krusial untuk dicapai, sehingga salah satu
langkah yang perlu dilakukan adalah meninjau kembali tujuan yang selama
ini digunakan sekolah yang bersangkutan(Soetopo & Soemanto,
1993:17). Maksudnya, bila tujuan tujuan yang diinginkan belum tercapai,
orang akan cenderung meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapai
tujuan itu, misalnya dengan meninjau kurikulumnya. Pendidikan tertinggi
sampai pendidikan terendah mempunyai tujuan, yaitu tujuan yang akan
dicapai setelah berakhirnya aktifitas belajar.
Di Indonesia ada 4 tujuan pendidikan utama yang secara hirarkis dapat ditemukan, antara lain:
- Tujuan Nasional
- Tujuan Institusional
- Tujuan Kurikuler
- Tujuan Instruksional
Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicita citakan, tujuan tujuan
tersebut meski dicapai secara bertingkat yang saling mendukung,
sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagai alat untuk mencapai
tujuan (pendidikan).
- Fungsi Kurikulum Bagi Anak Didik
Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan
suatu persiapan bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapatkan
sejumlah pengalaman baru yanmg dikemudian hari dapat dikembangkan
seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhi bekal hidupnya
nanti.
Kalau kita kaitkan dengan pendidikan islam, pendidikan mestinya
diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan perlu diberi bekal
pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak.
- Fungsi Kurikulum Bagi Pendidik
Sesuai dengan fungsinya bahwa kurikulum adalah sebagai alat untuk
mencapai tujuan pendididkan, maka guru semestinya mencermati tujuan
pendidkan yang akan dicapai oleh lembaga pendidikan dimana ia bekerja
[5].Guru
merupakan pendidik profesional, yang secara implisit telah merelakan
dirinya untuk memikul sebagai tanggung jawab pendidikan yang ada
dipundak orang tua. Tatkala menyerahkan anaknya ke sekolah, berarti
orang tua sudah melimpahkan sebagian tanggung jawab pedidikan anaknya
kepada guru / pendidik, tentunya orang tua berharap agar anaknya
menemukan guru yang baik, kompeten, dan berkualitas (Ramayulis,
1996:39). Adapun fungsi kurikulum bagi guru atau pendidki adalah:
- Pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasi pengalaman belajar para anak didik.
- Pedoman dalam mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik
dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang telah diberikan.
Langeveld mengajukan lima komponen yang berinteraksi secara aktif dalam proses pendidikan yaitu:
- Komposisi tujuan pendidikan, sebagai landasan ideal pendidikan dan yang dicapai melalui proses pendidikan tersebut.
- Komponen Terdidik, sebagai masukan manusiawi yang diperluka sebagai subjek aktif dan dikenai proses pendidikan tersebut.
- Komponen alat pendidikan, sebagi unsur sarana atau objek yang dikenakan kepada terdidik dalam proses pendidikan.
- Komponen pendidik, merupakan unsur manusiawi yang membantu
mengenalkan alat pendidikan kepada anak didik dan mengarahkan proses
pendidikan menuju sasaran yang diharapkan sebagaimana tercantum dalam
tujuan pendidikan.
- Komponen lingkungan pendidikan, sebagi unsur suasana yang membantu
dan memberikan udara segar dalam proses pendidikan (Supeno, 1995:42-43).
- Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah atau Pembina Sekolah
Bagi kepala sekolah yang baru, yang dipelajari pertama kali adalah
tujuan lembaga yang akan dipimpinnya. Kemudian mencari kurikulum yang
berlaku sekarang untuk dipelajari, terutama pada buku petunjuk
pelaksanaan. Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang
memupunyai tanggung jawab terhadap kurikulum. Fungsi kurikulum bagi
kepala sekolah dan para pembina lainnya sebagai berikut.
- Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervisi, yaitu memperbaiki situasi belajar.
- Sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi supervisi dalam
menciptakan situasi untuk menunjang situasi belajar anak kearah yang
lebih baik.
- Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi dalam memberikan
bantuan kepada guru atau pendidik agar dapat memperbaiki situasi
belajar.
- Sebagai seorang administrator, menjadikan kurikulum sebagai pedoman untuk pengembangan kurikulum pada masa mendatang.
- Sebagai pedoman unruk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar (Soetopo dan Soemanto, 1993:19)
- Fungsi Kurikulum Bagi Orang Tua
Bagi orang tua, kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya
partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra
putrinya. Bantuan yang dimaksud dapat berupa konsultasi langsung
dengan sekolah/ guru mengenai masalah masalah menyangkut anak anak
mereka. Bantuan berupa materi dari orang tua anak dapat melalui lembaga
BP-3. Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah, para orang tua
dapat mengetahui pengalaman belajar yang diperlukan anak anak mereka,
sehingga partisipasi orang tua inipun tidak kalh pentingnya dalam
menyukseskan proses belajar mengajar disekolah
- Fungsi Kurikulum bagi Sekolah tingkat Diatasnya
Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua, sebagai berikut.
- Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh suatu sekolah pada tingkat
diatasnya dapay melakukan penyesuaian di dalam kurikulumnya, antara
lain:
(1) Jika sebagian kurikulum disekolah bersangkutan telah
diajarkan pada sekolah yang beradad dibawahnya, sekolah dapat meninjau
kembali perlu atau tidaknya bagian tersebut diajarkan.
(2) Jika keterampilan keterampilan tertentu yang diperlkan
dalam mempelajari kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah
yang berada dibawahnya, sekolah dapat mempertimbangkan masuknya program
tentang keterampilan keterampilan ini kedalam kurikulumnya.
- Penyiapan tenaga baru
Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga pendidik bagi sekolah
yang berada dibawahnya, perlu sekali sekolah tersebut memahami
kurikulum sekolah yang berada dibawahnya itu. Pengetahuan tentang
kurikulum yang berada dibawahnya berkaitan dengan pengetahuan tentang
isi, organisasi, atau susunan serta cara pengajarannya. Dengan harapan,
hal itu akan membantu sekolah dan pendidik dalam melakukan revisi revisi
dan penyesuaian kurikulum.
- Fungsi bagi Masyarakat dan Pemakai Lulusan
Kurikulum adalah alat produsen dari sekolah, sedangkan masyarakat
adalah konsumennya. Sudah barang tentu antara produsen dan konsumen
harus ada sinkron. Kurikulum sekolah outputnya harus dapat link and
match dengan kebutuhan masyarakat.Kurikulum suatu sekolah juga berfungsi
bagi masyarakat dan pihak pemakai lulusan sekolah yang berangkutan.
Dengan mengetahui kurikulum suatu sekolah, masyarakat, sebagai pemakai
lulusan, dapat melaksanakan sekurang kurangnya dua macam berikut:
- Ikut memberikan kontribusi dalam memperlancar pelaksanaan program
pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orangtua dan
masyarakat.
- Ikut memberikan kritik dan saran yang konstruktif demi
menyempurnakan program pendidikan di sekolah, agar lebih serasi degan
kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.
Di samping mempunyai fungsi di atas, kurikulum juga memiliki fungsi
lain yang tentu memiliki pendekatan berbeda dengan sebelumnya. Sebagai
mana dikemukakan Alexander Inglis dalam bukunya Principle of Secondary Education(1981), sebagai berikut:
- The adjust fine of adaptive function (penyesuaian)
- The integrative function (pengintegrasian )
- The differential function (pembeda)
- The propaedeutic function (persiapan)
- The selective function (pemilihan )
- The diagnostic function (Diagostik); ( Hamalik, 1990:9)
1) Fungsi penyesuaian
Anak didik hidup dalam suatu lingkungan, sehingga anak didik dituntut
untuk mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan tersebut. Lingkungan
senantiasa berubah, tidak statis , bersifat dinamis, karena itu anak
didik diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi seperti itu.
Semuanya meski disesuaikan dengan kondisi dan keadaan perorangan.
Muhammad Fadhil Al-Jamali menungkapkan bahwa pendidikan yang disarikan Al_Qur`an berorientasi:
Mengenalkan individu akan adanya peran diantara sesama makhluk dengan tanggung jawabnya didalam hidup ini.
Mengenalkan individu akan individu sosial dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat.
Mengenalkan individu akan alam ini dan mendorong mereka mengetaui
hikmah diciptakannya alam ini, serta memberikan kemungkinan kepada
mereka untuk mengambil manfaat dari alam.
Menegakkan individu akan alam ini akan pencipta alam ini dan memerintahkan untuk beribadah kepadanya.
2) Fungsi pengintegrasian
Dalam hal ini, orientasi dan fungsi kurikulum adalah mendidik anak
didik agar mempunyai pribadi yang integral. Mengingat anak didik
merupakan bagia yang integral dari masyarakat, pribadi yang terintegrasi
itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan dan
pengintegrasian masyarakat.
Implikasinya, anak didik menjadi bagian integral dari masyarakat
dimanapun ia berada. Kurikulum diharapkan mampu mempersiapkan anak didik
agar mampu mengintegrasikan diri dalam masyarakat dengan pengetahuan,
keterampilan, dan cara berfikir yang dimiliki, sehingga ia dapat
berperan dan memberi kontribusi kepada masyarakat.
3) Fungsi perbedaan
Kurikulum hendaknya dapat memberi pelayanan terhadap perbedaan
perbedaan peorangan dalam masyarakat. Pada prinsipnya, perbedaan
(differensiasi) akan mendorong orang berfikir kritis dan kreatif, dan
akhirnya akan menggerakan kemajuan sosial dalam masyarakat. Bukan
berarti dengan perbedaan tersebut solidaritas dan integrasi akan
terabaikan, namun adanya diferensiasi bisa juga menghindari terjadinya
stagnasi sosial.
Jadi, fungsi kurikulum sebagai pembeda dapat memberi pelayanan kepada
anak didik sebagai anggota (calon anggota) masyarakat sesuai dengan
perbedaan perbedaan yang dimilikinya, dengan tidak mengabaikan
solidaritas sosial masyarakat. Hal ini dapat dimulai dengan memprogram
kurikulum pendidikan yang relevan dan mengaplikasikannya dalam proses
belajar mengajar yang mendorong anak didik yang berbeda beda tersebut
untuk berfikir kreatif, kritis, dan berorientasi masa depan, sehingga
dapat berguna nantinya dalam masyarakat.
4) Fungsi persiapan
Kurikulum berfungsi mempersiapkan anak didk agar mampu melanjutkan
study lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh, apakah anak
didik melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi atau persiapan untuk
belajar didalam masyarakat seandainya ia tidak mungkin melanjutkan ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Hamalik, 1990:11). Bersiap untuk
belajar lebih lanjut tersebut sangat diperlukan, mengingat sekolah tidak
mungkin memberikan semua apa yang diperlukan anak didik, termasuk dalam
memenuhi minat mereka.
Dapat disimpulkan bahwa kurikulum memiliki fungsi persiapan bagi anak
didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih lanjut, namun
dalam jenjang, bidang, dan jenis sekolah tertentu sangat mungkin
kurikulumnya didesain untuk mempersiapkan anak didik memasuki dunia
kerja. Karenanya, kurikulum mempunyai fungsi persiapan (the propaedeutic
function) bagi anak didik.
5) Fungsi pemilihan
Antara keberbedaan (diferensiasi) dengan pemilihan (seleksi)
merupakan dua hal yang erat sekali hubungannya. Pengakuan atas
keberadaan mereka berarti ada keinginan untuk memberikan kesempatan bagi
anak didik dalam memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya.
Karenanya, dalam mengembangkan kemampuan kemampuan tersebut, kurikulum
perlu disusun secara luas serta bersifat fleksibel dan luas, selain itu
kurikulum, hendaknya dapat memberikan pilihan yang tepat sesuai dengan
minat dan kemampuan peserta didik.
6) Fungsi diagnostic
Salah satu aspek pelayanan pendidkan adalah mebantu dan mengarahkan
anak didik agar mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat
mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini semua dapat dilakukan
apabila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang ada pada diri
mereka melalui eksplorasi dan prognosis, sehingga dia sendiri dapat
memperbaiki kelemahan tersebut dan mengembangkan fungsi kurikulum dalam
mendiagnosis dan membimbing anak didik agar berkembang secara optimal.
Fungsi diagnosis adalah agar siswa dapat mengadakan evaluasi kepada
dirinya dan menyadari semua kelemahan dan kekuatan diri sehingga dapat
memperbaiki dan mengembangkan nya ssuai dengan kemampuan yang ada, yang
pada akhirnya dapat bekembang secara maksimal dalam masyarakat. Hal ini
relevan dalam pendidikan islam, yaitu menanamkan nilai nilai insani dan
nilai nilai ilahi pada peserta didik.
- Fungsi kurikulum bagi penulis
Para penulis buku ajar mestinya mempelajari terlebih dahulu kurikulum
yang berlaku pada waktu itu. Untuk membuat berbagai pokok bahasan
maupun sub pokok bahasan, hendaknya penulis buku ajar membuat analisis
intruksional terlebih dahulu. Kemudian menusun garis garis besar program
pelajaran (GBPP) untuk mata pelajaran tertentu, baru berbagai sumber
bahan yang relevan.
Belum ada tanggapan untuk "Fungsi Pengembangan Kurikulum"
Posting Komentar